Video

Gizi Buruk Dan Nutrisi

Edukasi Thumbnail

Ringkasan Video: Gizi Buruk dan Nutrisi

Video ini membahas tentang gizi buruk (malnutrisi(),, masalah gizi ganda di Indonesia, serta pentingnya nutrisi bagi anak balita. Berikut ringkasan poin-poin pentingnya:

Definisi Gizi Buruk

Gizi buruk atau malnutrisi adalah sebuah kondisi serius yang terjadi ketika asupan makanan seseorang tidak sesuai dengan jumlah nutrisi yang dibutuhkan. Gizi buruk dapat berarti:

 * Gizi kurang: Tidak cukup mendapatkan nutrisi, seperti tidak mencukupi asupan protein, kalori, vitamin, atau mineral. Efeknya adalah gizi kurus (wasting(),, stunting, dan berat badan kurang.

 * Gizi lebih: Mendapatkan nutrisi tertentu yang berlebihan, seperti konsumsi protein, lemak, atau kalori yang berlebihan. Kondisi ini menyebabkan berat badan berlebih atau obesitas.

###Masalah Gizi Ganda di Indonesia

Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia(PDGMI()menjelaskan bahwa Indonesia saat ini mengalami masalah gizi ganda atau double malnutrition, yaitu:

 * Masalah gizi kurang yang mengakibatkan anak-anak stunting.

 * Masalah gizi lebih yang menjadi risiko penyebab terjadinya penyakit tidak menular.

###Dampak Gizi Buruk

Gizi buruk memiliki berbagai dampak serius, antara lain:

 * Meningkatkan risiko gangguan perkembangan kognitif.

 * Meningkatkan risiko penyakit tidak menular saat menginjak masa dewasa.

 * Meningkatkan risiko kematian anak dari penyakit infeksi seperti diare, pneumonia, sampai campak.

###Data dan Statistik

 * Secara global, satu dari setiap 13 anak di dunia tidak mendapatkan kalori yang mencukupi dari makanan dan menghadapi risiko kematian mendadak.

 * Setidaknya setiap tahun ada sekitar 2 juta kematian anak di dunia yang disebabkan oleh gizi buruk.

 * Di Indonesia, angka kematian anak akibat gizi buruk hampir mencapai 12,1 persen.

 * Mayoritas anak-anak dengan gizi buruk hidup di Asia, dan hanya seperempat dari anak-anak tersebut hidup di Afrika.

 * Diperkirakan kurang dari 15% anak-anak yang masuk kategori gizi buruk sudah terjangkau oleh pelayanan kesehatan.

 * WHO mendukung target penurunan angka gizi buruk secara global menjadi 5% atau kurang pada tahun 2025.

###Data Survei Riskesdas 2018

Berdasarkan hasil survei Riskesdas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018:

 * Angka gizi buruk pada balita tahun 2007 adalah 5,4 persen, naik pada tahun 2013 menjadi 5,7 persen, dan pada tahun 2018 kembali turun hingga 3,9 persen.

 * Proporsi status gizi buruk dan gizi kurang pada tahun 2018 adalah 17,7 persen, sedangkan target RPJMN adalah menurunkan proporsinya menjadi 17 persen.

###Pentingnya Nutrisi bagi Anak Balita

 * Pada umur dua tahun, anak-anak telah mencapai setengah dari tinggi mereka saat dewasa dan otak mereka telah mencapai 80% otak dewasa.

 * Selama transisi bayi sampai balita, anak-anak mengalami perkembangan kognitif dan sosial yang sangat hebat, sehingga mereka membutuhkan nutrisi yang besar untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

 * Asupan pada balita seharusnya mencakup berbagai variasi buah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan protein.

 * Yang harus diperhatikan untuk tidak ada pada asupan balita antara lain: minuman manis, makanan nutrisi buruk, kudapan mengandung gula, lemak, dan garam berlebih.

 * Memenuhi dan mengajarkan kebiasaan makan yang sehat akan memberikan manfaat yang besar di masa depan, karena balita belajar dari kebiasaan dan perilaku makan orang tua dan teman mereka.