Video

Video Pembelajaran Ilmu Gizi "Fungsi Dan Sumber Zat Gizi"

Edukasi Thumbnail

Ringkasan Video: Fungsi dan Sumber Zat Gizi

Video pembelajaran ilmu gizi ini membahas tentang enam jenis zat gizi utama bagi tubuh, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air, beserta fungsi dan sumbernya masing-masing.

Enam Zat Gizi Utama dan Fungsinya

 1. Karbohidrat – Fungsi utama sebagai sumber energi; kekurangan asupan karbohidrat akan membuat seseorang merasa lemah dan kekurangan tenaga. Selain itu, karbohidrat juga berfungsi dalam meregulasi metabolisme lemak dan melancarkan ekskresi atau pembuangan sisa makanan dari dalam tubuh. Sumbernya banyak terdapat pada makanan pokok seperti nasi, jagung, ubi-ubian, dan sagu.

 2. Lemak – Memiliki fungsi utama sebagai sumber energi; selain itu, lemak menghasilkan asam lemak esensial yang berperan dalam pembentukan struktur tubuh, insulator, dan pelindung bagian tubuh yang penting. Lemak juga berperan dalam proses penyerapan beberapa jenis vitamin yang larut dalam lemak. Sumber lemak bisa diperoleh dari makanan seperti margarin, keju, minyak, santan, dan sejenisnya.

 3. Protein – Berperan sebagai sumber energi, namun fungsi lainnya yang tidak kalah penting adalah mendorong proses pertumbuhan, di mana protein akan memperbaiki jaringan tubuh yang aus terpakai dan menggantinya dengan jaringan tubuh yang baru. Protein juga berperan dalam pembentukan antibodi, proses sekresi, proses osmotik, dan menjaga keseimbangan asam basa dalam darah dan jaringan tubuh. Sumber protein hewani bisa didapatkan dari daging-dagingan, telur, dan susu; sedangkan sumber protein nabati bisa diperoleh dari kacang-kacangan dan produk olahannya seperti tempe, tahu, dan susu kedelai.

 4. Vitamin – Berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh, serta sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme. Berdasarkan proses penyerapannya, vitamin dibedakan menjadi dua:

 * Vitamin yang larut dalam lemak: vitamin A, D, E, dan K.

 * Vitamin yang larut dalam air: vitamin B1, B2, B3, B7, dan C.

 * Contohnya, vitamin C(asam askorbat) banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayuran, berfungsi sebagai antioksidan, membentuk kolagen, serta mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit infeksi, luka, flu, dan penyakit pernapasan.

 5. Mineral – Berperan dalam proses pertumbuhan, perbaikan jaringan tubuh, dan metabolisme. Sumber mineral banyak terdapat pada makanan seperti daging, jeroan, seafood, susu, dan kacang-kacangan. Berdasarkan tingkat kebutuhannya, mineral dibagi menjadi dua:

 * Mineral makro: dibutuhkan tubuh lebih dari 100 mg per hari, contohnya natrium, kalium, kalsium, fosfor, dan sulfur.

 * Mineral mikro: dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, yaitu kurang dari 100 mg per hari atau kurang dari 0,01% dari berat badan total, contohnya zat besi, zink, yodium, selenium, mangan, fluorida, tembaga, kromium, dan molibdenum.

 * Setiap mineral memiliki perannya masing-masing, antara lain:

 * Natrium: menjaga keseimbangan cairan, tekanan osmotik, dan tekanan darah.

 * Kalium: sebagai elektrolit yang mengelola berbagai fungsi organ tubuh, mengaktivasi enzim, hingga mengikat kalsium.

 * Kalsium: membantu pembentukan tulang dan gigi serta proses tubuh dalam darah dan jaringan.

 * Fosfor: berperan dalam pembentukan nukleoprotein, metabolisme, menjaga pH, memproses energi, dan memfasilitasi penyerapan dan pengiriman zat gizi.

 * Sulfur: memiliki fungsi penting dalam mengkonversi karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi.

 * Zat besi: membawa oksigen dan karbon dioksida, membentuk darah, mengkatalis beta-karotin menjadi vitamin A, mensintesa purin dan kolagen, detoksifikasi racun di hati, serta menghilangkan lipid dari darah.

 * Zink: sebagai unsur vital untuk sintesis DNA dan RNA, membentuk jaringan mata dan sel darah, menjaga kekebalan tubuh, serta membantu pertumbuhan janin dan saraf pusat.

 * Yodium: dibutuhkan untuk mengatur suhu tubuh, sintesa protein, dan reproduksi.

 6. Air – Zat gizi terakhir yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Jumlah air dalam tubuh manusia berbeda tergantung umur: janin memiliki 90% komposisi air tubuhnya, bayi memiliki 75%, dan orang dewasa berkisar dari 50 sampai 60%. Kebutuhan air juga berbeda-beda tergantung usia, aktivitas fisik, suhu lingkungan, pola makan, dan status kesehatan. Pada umumnya, konsumsi air minimum orang dewasa adalah 2 liter atau setara dengan 8 gelas per hari, sedangkan pada bayi usia 0 sampai 6 bulan, kebutuhan air sepenuhnya bersumber dari ASI.

Tips Memilih Makanan Berdasarkan Warna

Untuk mengetahui kandungan zat gizi dalam makanan, kita bisa mengacu kepada DKBM yang dikeluarkan oleh Persagi. Selain itu, terdapat tips memilih makanan melalui warnanya:

 * Makanan berwarna hijau (seperti kebanyakan sayuran): banyak mengandung lutein yang berfungsi mengurangi risiko kanker.

 * Makanan warna merah (seperti tomat, semangka, buah naga, paprika merah, dan stroberi): banyak mengandung likopen yang berfungsi mencegah penyakit jantung dan kanker.

 * Makanan berwarna kuning (seperti kentang, belewah, mangga, wortel, jeruk, jagung, dan pisang): banyak mengandung betakarotin yang dapat meningkatkan fungsi mata dan sistem imun.

 * Makanan berwarna putih (seperti bawang putih, bawang bombai, kembang kol, dan pir): banyak mengandung alisin yang berfungsi sebagai antikanker, anti bakteri, dan menurunkan kolesterol.

 * Makanan berwarna ungu (seperti terong, ubi ungu, kol ungu, bayam ungu): banyak mengandung antosianin dan flavonoid yang berguna dalam mempertajam memori, meningkatkan kekebalan tubuh, dan sebagai antikarsinogen.

Pesan Penutup

Video ditutup dengan pesan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi sesuai kadar yang dibutuhkan oleh tubuh agar tetap sehat.